Panduan Teknis Lighting Event Profesional - ArsenEO dan D`Amore
Dipublikasikan oleh ArsenEO pada
Kenapa Lighting Harus Ditangani Secara Teknis?
Pada event profesional, lighting bukan hanya soal memilih lampu. Ada sistem kelistrikan, rigging, DMX addressing, distribusi daya, hingga perhitungan beam angle yang menentukan apakah visual acara tampil konsisten atau tidak. Di lapangan, tim teknis ArsenEO sering menemukan kegagalan event akibat perhitungan daya tidak tepat, kabel tidak rapi, atau programming lampu tidak sinkron dengan rundown. Karena itu halaman ini dibuat untuk menjelaskan aspek teknis lighting event yang jarang dibahas di artikel lain.
Parameter Teknis Paling Penting Dalam Lighting Event
Lighting modern melibatkan banyak parameter teknis. Berikut variabel yang wajib dikuasai oleh teknisi lighting:
Beam Angle - menentukan seberapa lebar cahaya menyebar. Semakin kecil angka, semakin fokus.
Lux Output - intensitas cahaya yang diterima pada jarak tertentu. Penting untuk kamera.
Kelvin Temperature - warna cahaya dari warm sampai cool. Berpengaruh pada skintone dan dekorasi.
CRI (Color Rendering Index) - akurasi warna. Untuk event corporate dan beauty, CRI tinggi wajib.
Refresh Rate - untuk LED agar tidak flicker saat direkam kamera.
Total Power Load - jumlah beban listrik yang harus dipetakan dalam fase listrik.
Perhitungan variabel ini membuat hasil lighting lebih stabil, aman, dan sinkron dengan kebutuhan kamera dokumentasi.
Sistem DMX dan ArtNet - Otak Utama Lighting Modern
DMX adalah protokol komunikasi antara konsol kontrol dan armatur lampu. Di event profesional, ArsenEO menggunakan sistem DMX over ArtNet yang lebih stabil dan bisa mengontrol ratusan lampu sekaligus. Berikut alur teknisnya:
Addressing - setiap lampu diberikan alamat DMX unik.
Patching - konsol disesuaikan dengan model dan channel lampu.
Universe Pembagian - satu universe hanya 512 channel. Event besar butuh 2 sampai 8 universe.
Node ArtNet - mengubah sinyal jaringan menjadi DMX fisik.
Programming Cue - membuat pola gerak, warna, dan intensitas sesuai rundown.
Backup System - ArsenEO selalu membawa file show cadangan dan kontrol laptop sebagai backup.
Rigging dan Keamanan Lighting
Rigging adalah pemasangan armatur pada truss atau titik gantung venue. Keamanan adalah prioritas utama karena kesalahan kecil bisa membahayakan kru dan tamu. Standar ArsenEO dalam rigging adalah:
Setiap armatur wajib memakai safety cable.
Kapasitas beban truss dihitung sebelum instalasi.
Kabel diberi label agar troubleshooting cepat.
Daya listrik dipisah per fase untuk mencegah overload.
Rigging dipastikan rata agar beam angle tidak miring.
Survey lokasi dilakukan untuk memastikan titik gantung, tinggi rigging, dan jalur kabel aman untuk tamu.
Manajemen Daya dan Distribusi Listrik
Pada event profesional, listrik adalah salah satu penyebab besar kegagalan. Tim ArsenEO selalu melakukan analisis berikut sebelum produksi:
Jenis sumber daya venue (phasa tunggal atau tiga fase).
Total ampere per fase.
Perkiraan jalur kabel dan jarak.
Perhitungan watt dari seluruh armatur.
Pemisahan line lighting, multimedia, dan audio.
Dengan manajemen daya yang tepat, lampu tidak akan drop, berkedip, atau mengalami overload.
Pemrograman Cue dan Synchronization
Pada event profesional, lighting tidak boleh asal nyala. Harus mengikuti ritme acara. ArsenEO menggunakan teknik:
Cue Stack - urutan perubahan lighting sesuai rundown.
Timecode Sync - untuk konser dan show besar agar lighting sinkron musik.
Chase - pergerakan dinamis untuk momen intens.
Manual Override - teknisi siap ambil alih jika rundown berubah.
Kamera dan Lighting - Teknis Dokumentasi Event
Lighting event harus kompatibel dengan kamera. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah:
Temperatur warna lampu tidak sama sehingga warna kulit berubah.
Flicker pada LED membuat video tidak stabil.
Backlight terlalu kuat hingga wajah menjadi gelap.
Banyak bayangan karena tidak ada fill light.
Standar ArsenEO adalah menggunakan kombinasi lighting untuk kamera:
Key Light - fokus wajah pembicara.
Fill Light - mengurangi bayangan.
Back Light - memberi depth.
Accent Light - menyorot logo atau dekorasi.
Workflow Teknis ArsenEO di Lapangan
Survey Lokasi - cek daya listrik, titik rigging, tinggi plafon, dan skenario kabel.
Blueprint Lighting - perhitungan lux, beam angle, dan coverage area.
Setup dan Rigging - instalasi armatur, power line, dan jaringan ArtNet.
Addressing dan Patching DMX - memastikan semua lampu terbaca dalam konsol.
Programming - membuat cue untuk seluruh momen.
Rehearsal - simulasi acara lengkap.
Show Time - teknisi standby untuk override jika rundown berubah.
Strike - pembongkaran aman dan checklist final.
Paket Teknis Lighting ArsenEO
Paket Basic Teknis - fokus dokumentasi dan presentasi.
Paket Stage Show - moving head, effect, rigging truss, dan console profesional.
Paket Full Production - integrasi lighting, multimedia, dan audio.
Untuk detail harga gunakan standar Hubungi Kami.
FAQ
Apa perbedaan beam dan wash dalam lighting?
Beam menghasilkan cahaya sempit dan fokus. Wash menyebarkan cahaya lebih lebar untuk area yang luas.
Kenapa DMX harus dibagi beberapa universe?
Satu universe hanya memiliki 512 channel. Event besar dengan banyak lampu butuh beberapa universe agar semua armatur bisa dikontrol.
Apakah lighting harus disinkronkan dengan kamera?
Ya. Tanpa penyesuaian refresh rate, kelvin, dan intensitas, rekaman video bisa flicker atau warna tampak tidak natural.