Spesifikasi Teknis Lighting untuk Event Profesional - ArsenEO & D`Amore

Daftar spesifikasi teknis peralatan lighting, parameter pengukuran, dan standar instalasi yang dipakai ArsenEO untuk proyek event di Jakarta dan sekitarnya.

Dipublikasikan oleh pada

Ringkasan singkat

Halaman ini memuat spesifikasi teknis perangkat lighting yang umum dipakai pada event profesional, termasuk parameter yang wajib ditentukan saat perencanaan produksi. Fokus halaman ini adalah angka, standar, dan persyaratan instalasi sehingga tim produksi, vendor, dan tim venue bisa berkoordinasi cepat tanpa ambigu.

Parameter Teknis Utama

Berikut parameter yang selalu dicatat dan diuji oleh teknisi ArsenEO sebelum dan saat instalasi.

  • Output lumen / lux - pengukuran intensitas cahaya pada titik tertentu. Dipakai untuk memastikan tingkat penerangan panggung dan area kamera.
  • Beam angle - derajat penyebaran cahaya. Penting untuk menentukan coverage dan overlap antar lampu.
  • Kelvin temperature - pengukuran warna cahaya. Biasanya 3200K atau 5600K sesuai kebutuhan dokumentasi.
  • CRI - color rendering index. Nilai tinggi direkomendasikan untuk acara yang butuh reproduksi warna akurat.
  • Refresh rate / PWM frequency untuk LED - untuk mencegah flicker saat direkam.
  • Power consumption - watt per unit dan total watt untuk seluruh sistem lighting.
  • DMX channel count - jumlah channel per unit untuk patching konsol.

Contoh spesifikasi perangkat

Contoh berikut membantu menentukan unit yang cocok sesuai skala acara.

  • Moving head beam - lumen output tinggi, beam angle 2.5 sampai 6 derajat, pan 540, tilt 270, 16 bit dimming, 16 gobo, 15 channel DMX.
  • Moving head wash - lumen moderat, beam angle 15 sampai 40 derajat, zoom motorized, CRI di atas 80, 12 sampai 16 channel DMX.
  • PAR LED - output per LED, beam spread 25 sampai 60 derajat, dimmer curve linear, CRI di atas 80 untuk kebutuhan foto.
  • Follow spot - lampu fokus dengan iris dan shutter, output stabil, mounting manual atau motorized.
  • Strobe / blinder - pulse rate dan duty cycle yang aman untuk penonton, disertai warning untuk sensitivitas tertentu.

Standar rigging dan mounting

Spesifikasi rigging menentukan keamanan dan posisi beam yang konsisten.

  • Capacity truss - sebutkan load rating truss dan batas aman per meter.
  • Clamp specification - gunakan clamp dengan sertifikat dan margin keamanan 1,5 sampai 2x beban.
  • Safety cable - setiap armatur wajib memiliki safety cable tersertifikasi.
  • Rigging point spacing - jarak maksimum antar titik untuk menghindari defleksi truss.
  • Ground anchoring untuk outdoor - perhitungan ballast dan tie down sesuai standar venue.

Spesifikasi kelistrikan dan distribusi daya

Perencanaan daya mengurangi risiko trip circuit dan flicker.

  • Analisa ampere per fase dan pembagian load lighting, audio, dan multimedia secara terpisah.
  • Gunakan distribusi power distro dengan proteksi RCD dan MCB sesuai kebutuhan.
  • Perhitungkan inrush current untuk lampu discharge atau ballast.
  • Sediakan UPS untuk kontrol konsol dan encoder streaming jika dibutuhkan.

Spesifikasi control dan protokol

Aspek control mencakup kompatibilitas protokol dan jumlah universe DMX.

  • Standard DMX512 untuk armatur legacy.
  • DMX over ArtNet atau sACN untuk jaringan yang besar dan distribusi remote.
  • Jumlah universe - tentukan jumlah universe DMX berdasarkan channel total seluruh armatur.
  • Redundansi node ArtNet bila diperlukan untuk event kritikal.

Parameter untuk dokumentasi video

Spesifikasi berikut penting agar hasil foto dan video tidak bermasalah.

  • Pastikan refresh rate LED di atas threshold kamera yang dipakai untuk menghindari flicker.
  • Standarisasi kelvin agar konsistensi warna di semua kamera.
  • Gunakan CRI tinggi untuk menjaga rendering warna natural pada skin tone.
  • Atur backlight dan fill light agar rasio kontras sesuai dynamic range kamera.

Checklist verifikasi sebelum show

Checklist ini dipakai tim ArsenEO sebelum panggung dinyalakan.

  1. Verifikasi alamat DMX semua armatur dan patch pada konsol.
  2. Tes lux pada titik utama menggunakan light meter.
  3. Periksa polarity dan fase listrik pada sumber power.
  4. Uji refresh rate LED dengan kamera yang akan rekam.
  5. Konfirmasi safety cable, clamp, dan label kabel.
  6. Simulasi cue utama dan fallback scenario.

Standar dokumentasi teknis yang kami berikan

Untuk setiap proyek ArsenEO menyediakan technical riders dan lamp list yang memuat:

  • Daftar unit armatur beserta serial atau tipe
  • Address DMX dan channel mapping
  • Power requirement per unit dan total load
  • Rigging plan dengan titik beban dan outline truss
  • Single line diagram power distribution jika diperlukan

Integrasi dengan layanan ArsenEO

Spesifikasi lighting kami selalu dibuat untuk mudah diintegrasikan dengan layanan lain. Untuk integrasi paket sewa dan layanan lengkap lihat halaman utama layanan kami ArsenEO dan halaman pilar lighting Sewa Lighting.

FAQ Teknis

Berapa universe DMX yang biasanya dibutuhkan untuk konser kecil

Konser kecil dengan 20 sampai 40 channel lampu biasanya butuh 1 sampai 2 universe. Hitungan sebenarnya tergantung channel per unit.

Apakah CRI selalu penting untuk wedding

Ya. Untuk wedding dan acara yang menonjolkan wajah, CRI tinggi memberikan reproduksi warna yang lebih natural untuk foto dan video.

Bagaimana cara menghitung total power lighting

Jumlahkan watt setiap unit dan tambahkan margin 20 sampai 30 persen untuk inrush dan perlindungan. Bagi beban ke fase berbeda sesuai kapasitas.

Hubungi ArsenEO untuk Spesifikasi dan Konsultasi

Jika Anda butuh dokumen teknis, lamp list, atau kalkulasi daya untuk event, tim teknis ArsenEO siap membantu. Untuk penawaran dan konsultasi teknis silakan Hubungi Kami melalui halaman contact.

Hubungi Kami
WhatsApp Icon